Ariyo Penangsang Satria Sejati

Minggu, 29 Oktober 2017

Tribute to Reza Muharam 2

Diposting oleh Ariyo Penangsang Satria Sejati di 14.44 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 28 Oktober 2017

Reza Muharam Pecundangi Soeharto

Diposting oleh Ariyo Penangsang Satria Sejati di 13.43 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 22 Oktober 2017

AWAS KIRI_GENOSIDA PASCA GESTOK 65

Diposting oleh Ariyo Penangsang Satria Sejati di 14.22 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 15 Oktober 2017

Sintong vs Pramoedya & Thamrin

Diposting oleh Ariyo Penangsang Satria Sejati di 06.47 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 14 Oktober 2017

Reza Muharam Pecundangi Alvian Tanggung

Diposting oleh Ariyo Penangsang Satria Sejati di 06.33 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 10 Oktober 2017

Awas Kiri Mayor Wali

Diposting oleh Ariyo Penangsang Satria Sejati di 15.01 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Ariyo Penangsang Satria Sejati
Pangeran Sobo Kingkin dinikahkan dengan Dewi Roro Martinjung putri dari Ja’far Shodiq. Setelah menikah, Pangeran Sobo Kingkin/Raden Suro Wiyoto dipersiapkan oleh Raden Patah, untuk menjadi calon Sultan Demak berikutnya. Karena menurut Raden Patah, Pangeran Sobo Kingkin layak untuk menggantikan kedudukan sebagai Sultan Demak Bintoro yang ke II. Pernikahan Pangeran Sobo Kingkin dengan Dewi Roro Martinjung melahirkan seorang putra yang bernama Raden Mas Ibrohim Haji /Nan Sang Ji Pang Kan/Pangeran Ariyo Penangsang (1523-1585 M). Setelah membantu pertempuran melawan Raden Seno Lembu Suro (Adipati Terung), Raden Suro Wiyoto juga memperistri Dewi Pembayun yang kemudian melahirkan Raden Panular/Ariyo Sakti (menurut beberapa versi bernama Ariyo Mataram).
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2022 (22)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2021 (154)
    • ►  Desember (19)
    • ►  November (9)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (14)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (20)
    • ►  Mei (31)
    • ►  April (16)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2020 (227)
    • ►  Desember (16)
    • ►  November (13)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (15)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (21)
    • ►  Mei (21)
    • ►  April (24)
    • ►  Maret (29)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (19)
  • ►  2019 (163)
    • ►  Desember (13)
    • ►  November (40)
    • ►  Oktober (46)
    • ►  September (37)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2018 (44)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (11)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2017 (32)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (7)
    • ▼  Oktober (6)
      • Tribute to Reza Muharam 2
      • Reza Muharam Pecundangi Soeharto
      • AWAS KIRI_GENOSIDA PASCA GESTOK 65
      • Sintong vs Pramoedya & Thamrin
      • Reza Muharam Pecundangi Alvian Tanggung
      • Awas Kiri Mayor Wali
    • ►  September (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2016 (27)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (5)
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.