Minggu, 11 September 2016

Pangeran Ariyo Penangsang
WALIONO, SPDI
Mempersembahkan Serial Sejarah yang berjudul Ariyo Penangsang Satria Sejati Episode:
Lahirnya Ariyo Penangsang

Pada peristiwa terbunuhnya Pangeran Suro Wiyoto/ Pangeran Sobo Kingkin/Pangeran Sekar Sedo Lepen/Kikin (1488-1523 M), Dewi Martinjung/ Ma Tien  Tju (1493-1523 M), sudah waktunya untuk melahirkan, akhirnya Sunan Kudus/Ja’far Shodiq/Ja Tik Su (1460-1550 M), sendiri yang membantu persalinan putrinya.
Seusai dilahirkan, bayi tersebut oleh Ja’far Shodiq  diberi nama “Raden Mas Ibrohim Haji/Nan Sang Jipang Kan” atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Ariyo Penangsang. Dewi Roro Martinjung mengalami pendarahan hebat akibat tusukan keris Brongot Setan Kober hingga nyawanya tidak dapat diselamatkan. Kemudian Sunan Kudus membawa jasad putrinya untuk segera dimakamkan. Pangeran Ariyo Penangsang kecil telah menjadi yatim piyatu. Ja’far Shodiq membawa Pangeran Ariyo Penangsang ke kedhaton Jipang yang sebelumnya dibangun oleh Raden Usman Haji/Sunan Ngudung yaitu kakek dari Pangeran Suro Wiyoto.
Di Jipang inilah Ja’far Shodiq mendidik Pangeran Ariyo Penangsang kecil sampai beranjak remaja. Selain dibekali ilmu kanuragan yang cukup, dia juga diajarkan wawasan tentang ketata negaraan dan ilmu agama, hingga akhirnya tumbuh menjadi pribadi yang gagah berani dan juga taat beribadah. Pangeran Ariyo Penangsang memperoleh pusaka keris Kyai Brongot Setan Kober warisan turun-temurun kesultanan Demak Bintoro yang sejak kematian ayah dan ibunya, masih disimpan rapi oleh Sunan Kudus.[1]


[1]Waliono, S.Pd.I, Ariyo Penangsang Satria Sejati, (Mengungkap Fakta Sejarah dalam Penjara Mitos yang Mencekam), hlm. 12.

1 komentar: